14 Mei 2011

JURNAL IFRS (PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS)

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS
Rindu Rika Gamayuni1

ABSTRACT
The Indonesian Financial Accounting Standards needs to adopt IFRS, so that the Indonesian financial reports can be accepted globally and the Indonesian companies are able to enter the global competition to attract the international investors. Currently, the adoption by Indonesian PSAK is in the form of harmonization, which means partial adoption. However, Indonesian is planning to fully adopt the IFRS by 2012. Such an adoption will be mandatory for listed and multinational companies.
The decision as to whether Indonesia will fully adopt the IFRS or partly adopt for harmonization purposes needs to be considered carefully. Full adoption of IFRS will enhance the reliability and comparability of the financial reports internationally. However, it may contradict the Indonesian tax systems and other economic and political situations.
If Indonesia were to adopt fully the IFRS by 2012, the challenges are faced firstly by the academic society and the companies. The curriculum, syllabi, and literature need to be adjusted to accommodate the changes. These will take considerable time and efforts due to the many aspects
related to the changes. Adjustments also need to be done by corporations or organizations,
particularly those with international transactions and interactions.
Full adoption also means the changing of accounting principles that has been applied as accounting
standards worldwide. This might not be achieved in a short period, due to a number of reasons: (1)
accounting standards are highly related with the tax systems. Adoption to IFRS internationally
may change the tax systems in each country that fully adopt the IFRS. (2) Accounting standards
are accounting policies in order to fulfil the national political and economic necessities that vary in
each country. This might be the significant challenges in fully adopting the IFRS.
Keyword : International Financial Reporting Standards, Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan, fully adoption, accounting policies, tax systems.
A. PENDAHULUAN
Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full
adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard
(IFRS). Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US
GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa
pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan
Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi). Era
globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat
diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya
harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat
menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah
dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, supplier,
investor, dan kreditor. Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain
nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara, perbedaan sistem pemerintahan pada tiaptiap
negara, perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan
perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara,
serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.
Teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi menjadi tersedia di
seluruh dunia. Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak
investor untuk memasuki pasar modal di seluruh dunia, yang tidak terhalangi oleh
batasan negara, misalnya: Investor dari Belanda bisa dengan mudah berinvestasi di
Jepang, Amerika, Singapore, atau bahkan Indonesia. Kebutuhan ini tidak bisa
terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan
keuangan yang berbeda-beda. Amerika memakai FASB dan US GAAP, Indonesia
memakai PSAK-nya IAI, uni eropa memakai IAS dan IASB. Hal tersebut
melatarbelakangi perlunya adopsi IFRS saat ini.
Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestik
bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi,
persyaratan akan item-item pengungkapan akan semakin tinggi sehingga nilai
perusahaan akan semakin tinggi pula, manajemen akan memiliki tingkat akuntabilitas
tinggi dalam menjalankan perusahaan, laporan keuangan perusahaan menghasilkan
informasi yang lebih relevan dan akurat, dan laporan keuangan akan lebih dapat
diperbandingkan dan menghasilkan informasi yang valid untuk aktiva, hutang,
ekuitas, pendapatan dan beban perusahaan (Petreski, 2005).
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mencanangkan bahwa Standar akuntansi
internasional (IFRS) akan mulai berlaku di Indonesia pada tahun 2012 secara
keseluruhan atau full adoption (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2009). Pada
tahun 2012 tersebut diharapkan Indonesia sudah mengadopsi keseluruhan IFRS,
sedangkan khusus untuk perbankan diharapkan tahun 2010. Dengan pencanangan
tersebut timbul permasalahan mengenai sejaumana adopsi IFRS dapat diterapkan
dalam Laporan Keuangan di Indonesia, bagaimana sifat adopsi yang cocok apakah
adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi), dan manfaat bagi perusahaan yang
mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya, serta
bagaimana kesiapan Indonesia untuk mengadopsi IFRS, mungkinkah tahun 2012
Indonesia mengadopsi penuh IFRS?

B. PEMBAHASAN
Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional
Choi dan Mueller (1998) mendefinisikan akuntansi internasional adalah akuntansi
internasional yang memperluas akuntansi yang bertujuan umum, yang berorientasi
nasional, dalam arti yang luas untuk: (1) analisa komparatif internasional, (2)
pengukuran dan isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi bisnis-bisnis
internasional dan bentuk bisnis perusahaan multinasional, (3) kebutuhan akuntansi
bagi pasar-pasar keuangan internasional, dan (4) harmonisasi akuntansi di seluruh
dunia dan harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas
politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar.
Choi, et al. (1999) menyatakan bahwa Harmonisasi merupakan proses untuk
meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan
batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Standart
harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas
(daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai Negara.
Saat ini harmonisasi standar akuntansi internasional menjadi isu hangat karena
berhubungan erat dengan globalisasi dalam dunia bisnis yang terjadi saat ini.
Globalisasi bisnis tampak dari kegiatan perdagangan antar negara yang
mengakibatkan munculnya perusahaan multinasional. Hal ini mengakibatkan
timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di
seluruh dunia. Akuntansi sebagai penyedia informasi bagi pengambilan keputusan
yang bersifat ekonomi juga dipengaruhi oleh lingkungan bisnis yang terus menerus
berubah karena adanya globalisasi. Adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip
akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan
harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.
IASC (International Accounting Stadard Committe) adalah lembaga yang bertujuan
merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan
keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia,
serta bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi
sehubungan dengan pelaporan keuangan (Choi & Mueller, 1998). IFRS (Internasional
Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur
keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi
informasi keuangan. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan
interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan
tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang: (1). Menghasilkan
transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang
disajikan., (2). menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang
berdasarkan pada IFRS., (3). dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi
manfaat untuk para pengguna.

Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional
di Indonesia
Sejarah dan perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia
Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai
dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan
Indonesia, 2008).
a) di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi
yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya
Belanda.
b) sampai Thn. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi /
peraturan tentang standar keuangan.
c) Tahun. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat
oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.
d) Tahun. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar
Akuntansi.
e) Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang
bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)
f) Sejak Tahun. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
g) Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat
diselesaikan.
h) Tahun. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya?
Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia
Saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara
penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan
oleh IASB (International Accounting Standards Board. Oleh karena itu, arah
penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu
mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut.
Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun
2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut ini
(sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2009).

Tabel 1:
IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008
1. IAS 2 Inventories
2. IAS 10 Events after balance sheet date
3. IAS 11 Construction contracts
4. IAS 16 Property, plant and equipment
5. IAS 17 Leases
6. IAS 18 Revenues
7. IAS 19 Employee benefits
8. IAS 23 Borrowing costs
9. IAS 32 Financial instruments: presentation
10. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement
11. IAS 40 Investment propert
Tabel 2:
IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009
1. IFRS 2 Share-based payment
2. IFRS 4 Insurance contracts
3. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
4. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources
5. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
6. IAS 1 Presentation of financial statements
7. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
8. IAS 28 Investments in associates
9. IFRS 3 Business combination
10. IFRS 8 Segment reporting
11. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors
12. IAS 12 Income taxes
13. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
14. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans
15. IAS 31 Interests in joint ventures
16. IAS 36 Impairment of assets
17. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets
18. IAS 38 Intangible assets
Tabel 3:
IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010
1. IAS 7 Cash flow statements
2. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance
3. IAS 24 Related party disclosures
4. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies
5. IAS 33 Earning per share
6. IAS 34 Interim financial reporting
7. IAS 41 Agriculture
Untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional, DSAK akan terus
mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di
Indonesia, terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah, dengan
semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. Landasan konseptual
untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka
Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Hal ini diperlukan
karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi
usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat
diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan
landasan konseptual.
Revisi terbaru PSAK yang mengacu pada IFRS
Sejak Desember 2006 sampai dengan pertengahan tahun 2007 kemarin, Dewan
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah
merevisi dan mengesahkan lima Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
Revisi tersebut dilakukan dalam rangka konvergensi dengan International
Accounting Standards (IAS) dan International financial reporting standards (IFRS). 5
butir PSAK yang telah direvisi tersebut antara lain: PSAK No. 13, No. 16, No. 30
(ketiganya revisi tahun 2007, yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2008), PSAK No.
50 dan No. 55 (keduanya revisi tahun 2006 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009).
1. PSAK No. 13 (revisi 2007) tentang Properti Investasi yang menggantikan
PSAK No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi (disahkan 1994),
2. PSAK No. 16 (revisi 2007) tentang Aset Tetap yang menggantikan PSAK 16
(1994) : Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK 17 (1994) Akuntansi
Penyusutan,
3. PSAK No. 30 (revisi 2007) tentang Sewa menggantikan PSAK 30 (1994)
tentang Sewa Guna Usaha.
4. PSAK No. 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan
Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu
5. PSAK No. 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan
Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas
Lindung Nilai.
Kelima PSAK tersebut dalam revisi terakhirnya sebagian besar sudah mengacu ke
IAS/IFRS, walaupun terdapat sedikit perbedaan terkait dengan belum diadopsinya
PSAK lain yang terkait dengan kelima PSAK tersebut.
Dengan adanya penyempurnaan dan pengembangan PSAK secara berkelanjutan dari
tahun ke tahun, saat ini terdapat tiga PSAK yang pengaturannya sudah disatukan
dengan PSAK terkait yang terbaru sehingga nomor PSAK tersebut tidak berlaku lagi,
yaitu :
1. PSAK No. 9 (Revisi 1994) tentang Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban
Jangka Pendek pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 1 (Revisi 1998)
tentang Penyajian Laporan Keuangan;

PSAK No. 17 (Revisi 1994) tentang Akuntansi Penyusutan pengaturannya
disatukan dalam PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap;
3. PSAK No. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan (1994) pengaturannya
disatukan dalam PSAK No. 19 (Revisi 2000) tentang Aset Tidak Berwujud.
PSAK yang sedang dalam proses revisi
Ikatan Akuntan Indonesia merencanakan untuk konvergensi dengan IFRS mulai
tahun 2012, untuk itu Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sedang dalam
proses merevisi 3 PSAK berikut (Sumber: Deloitte News Letter, 2007):
• PSAK 22 : Accounting for Business Combination, which is revised by reference to IFRS 3 :
Business Combination;
• PSAK 58 : Discontinued Operations, which is revised by reference to IFRS 5 : Non-current
Assets Held for Sale and Discontinued Operations;
• PSAK 48 : Impairment of Assets, which is revised by reference to IAS 36 : Impairment of
Assets
Berikut adalah program pengembangan standar akuntansi nasional oleh DSAK
dalam rangka konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008):
• Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK;
• Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung
untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS;
• Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS
wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas
publik. Namun IFRS tidak wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal
yang tidak memiliki akuntabilitas publik. Pengembangan PSAK untuk UKM
dan kebutuhan spesifik nasional didahulukan.
Efek penerapan International Accounting Standard (IAS) terhadap Laporan
Keuangan
Beberapa penelitian di luar negeri telah dilakukan untuk menganalisa dan
membuktikan efek penerapan IAS (IFRS) dalam laporan keuangan perusahaan
domestik. Penelitian itu antara lain dilakukan oleh Barth, Landsman, Lang (2005),
yang melakukan pengujian untuk membuktikan pengaruh Standar Akuntansi
Internasional (SAI) terhadap kualitas akuntansi. Penelitian lain dilakukan oleh Marjan
Petreski (2005), menguji efek adopsi SAI terhadap manajemen perusahaan dan
laporan keuangan.
Hung & Subramanyan (2004) menguji efek adopsi SAI terhadap laporan keuangan
perusahaan di Jerman. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa total aktiva, total
kewajiban dan nilai buku ekuitas, lebih tinggi yang menerapkan IAS dibanding
standar akuntansi Jerman, dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pendapatan
dan laba bersih yang didasarkan atas Standar Akuntansi Internasional dan Standar
Akuntansi Jerman. Adopsi SAI juga berdampak pada rasio keuangan, antaralain rasio
ROE, RAO, ATO, rasio LEV dan PM, rasio nilai buku terhadap nilai pasar ekuitas,
rasio Earning to Price.

Pembahasan dari Jurnal diatas

Permasalahan yang dihadapi di antaranya adalah
1) masalah penerjemahan standar itu sendiri, IFRS yang diterbitkan dalam bahasa Inggris perlu diterjemahkan, sedangkan penerjemahan itu sendiri akan mengalami kesulitan di antaranya adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan kalimat bahasa Inggris, penggunaan istilah yang sama untuk menerangkan konsep yang berbeda, dan penggunaan istilah yang tidak terdapat padanannya dalam penerjemahan
2) ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional, karena pada beberapa negara standar akuntansi termasuk sebagai bagian dalam hukum nasional, sehingga standar akuntansinya ditulis dalam bahasa hukum, dan di sisi lain IFRS tidak ditulis dalam bahasa hukum, sehingga harus diubah oleh Dewan Standar Akuntansi masing-masing negara,
Dampak konvergensi IFRS di Indonesia :
1. Perubahan mind stream dari rule-based ke principle-based
2. IFRS selalu berubah dan konsep yang digunakan dalam suatu IFRS dapat berbeda dengan IFRS lain.
3. Semakin meningkatnya ketergantungan ke profesi lain.
4. Perubahan text-book dari US GAPP ke IFRS.
5. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global
6. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
7. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harg fluktuatif.Penggunaan off balance sheet semakin terbatas

15 April 2011

Penerapan IFRS

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

Sumber :

http://one.indoskripsi.com/node/2332

IAS / IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC) / International Accounting Standard Board (IASB). Di Indonesia, laporan keuangan yang disampaikan kepada Bapepam wajib disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan praktik akuntansi lainnya yang lazim berlaku di pasar modal. Selain itu, tanpa mengurangi ketentuan yang ada, Bapepam berwenang menetapkan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Dalam penyusunan PSAK, IAI mengacu pada IAS / IFRS dengan tetap mempertimbangkan faktor lingkungan usaha yang ada. Harmonisasi PSAK dengan IAS terus dilakukan dalam upaya untuk mendukung program harmonisasi yang diprakarsai IASB. Dalam hal pengembangan suatu standar akuntansi karena adanya tuntutan perkembangan dunia usaha di Indonesia yang belum diatur dalam IAS atau tidak dapat diadopsi untuk kondisi di Indonesia. Pengadopsian Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) dibanyak negara, mengikuti pola yang berbeda tanpa memperlihatkan apakah negara tersebut mengikuti Code Law atau Anglo-Saxon Accounting. Untuk negara tertentu, seperti Inggris pengaruh IFRS tidak terlalu besar, namun untuk negara lain, akan terjadi perubahan yang sangat besar.
Adopsi penuh standar akuntansi internasional adalah mengadopsi standar akuntansi internasional secara penuh tanpa adanya perubahan-perubahan untuk diterapkan di suatu negara. Adopsi dan implementasi standar akuntansi internasional (IAS) yang sekarang menjadi International Financial Reporting Standard (IFRS) bukanlah suatu yang mudah, beberapa permasalahan akan dihadapi oleh tiap negara.
Konverjensi ke IFRS di Indonesia
Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal. Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK merencanakan tahun 2012 akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS.
Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses secara bertahap menuju konverjensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards yang dikeluarkan oleh IASB. Adapun posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut ini.
IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008
1. IAS 2 Inventories
2. IAS 10 Events after balance sheet date
3. IAS 11 Construction contracts
4. IAS 16 Property, plant and equipment
5. IAS 17 Leases
6. IAS 18 Revenues
7. IAS 19 Employee benefits
8. IAS 23 Borrowing costs
9. IAS 32 Financial instruments: presentation
10. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement
11. IAS 40 Investment propert
Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti,. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Namun, perubahan tersebut tentu saja akan memberikan efek di berbagai bidang.
Dalam konteks Indonesia, konvergensi IFRS dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin daya saing nasional. Perubahan tata cara pelaporan keuangan dari Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), PSAK, atau lainnya ke IFRS berdampak sangat luas. IFRS akan menjadi “kompetensi wajib-baru” bagi akuntan publik, penilai (appraiser), akuntan manajemen, regulator dan akuntan pendidik. Mampukah para pekerja accounting menghadapi perubahan yang secara terus-menerus akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global terhadap informasi keuangan? Bagaimanakah persiapan Indonesia untuk IFRS ini?
Sejak 2004, profesi akuntan di Indonesia telah melakukan harmonisasi antara PSAK/Indonesian GAAP dan IFRS. Konvergensi IFRS diharapkan akan tercapai pada 2012. Walaupun IFRS masih belum diterapkan secara penuh saat ini, persiapan dan kesiapan untuk menyambutnya akan memberikan daya saing tersendiri untuk entitas bisnis di Indonesia.
Dengan kesiapan adopsi IFRS sebagai standar akuntansi global yang tunggal, perusahaan Indonesia akan siap dan mampu untuk bertransaksi, termasuk merger dan akuisisi (M&A), lintasnegara. Tercatat sejumlah akuisisi lintasnegara telah terjadi di Indonesia, misalnya akuisisi Philip Morris terhadap Sampoerna (Mei 2005), akuisisi Khazanah Bank terhadap Bank Lippo dan Bank Niaga (Agustus 2005), ataupun UOB terhadap Buana (Juli 2005). Sebagaimana yang dikatakan Thomas Friedman, “The World is Flat”, aktivitas M&A lintasnegara bukanlah hal yang tidak lazim. Karena IFRS dimaksudkan sebagai standar akuntansi tunggal global, kesiapan industri akuntansi Indonesia untuk mengadopsi IFRS akan menjadi daya saing di tingkat global. Inilah keuntungan dari mengadopsi IFRS.
Bagi pelaku bisnis pada umumnya, pertanyaan dan tantangan tradisionalnya: apakah implementasi IFRS membutuhkan biaya yang besar? Belum apa-apa, beberapa pihak sudah mengeluhkan besarnya investasi di bidang sistem informasi dan teknologi informasi yang harus dipikul perusahaan untuk mengikuti persyaratan yang diharuskan. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah jelas, adopsi IFRS membutuhkan biaya, energi dan waktu yang tidak ringan, tetapi biaya untuk tidak mengadopsinya akan jauh lebih signifikan. Komitmen manajemen perusahaan Indonesia untuk mengadopsi IFRS merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di masa depan.
Pembahasan
Permasalahan yang dihadapi di antaranya adalah
1) masalah penerjemahan standar itu sendiri, IFRS yang diterbitkan dalam bahasa Inggris perlu diterjemahkan, sedangkan penerjemahan itu sendiri akan mengalami kesulitan di antaranya adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan kalimat bahasa Inggris, penggunaan istilah yang sama untuk menerangkan konsep yang berbeda, dan penggunaan istilah yang tidak terdapat padanannya dalam penerjemahan
2) ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional, karena pada beberapa negara standar akuntansi termasuk sebagai bagian dalam hukum nasional, sehingga standar akuntansinya ditulis dalam bahasa hukum, dan di sisi lain IFRS tidak ditulis dalam bahasa hukum, sehingga harus diubah oleh Dewan Standar Akuntansi masing-masing negara,
Dampak konvergensi IFRS di Indonesia :
1. Perubahan mind stream dari rule-based ke principle-based
2. IFRS selalu berubah dan konsep yang digunakan dalam suatu IFRS dapat berbeda dengan IFRS lain.
3. Semakin meningkatnya ketergantungan ke profesi lain.
4. Perubahan text-book dari US GAPP ke IFRS.
5. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global
6. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
7. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harg fluktuatif.Penggunaan off balance sheet semakin terbatas

1 April 2011

PSAK51

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

PERMINTAAN TANGGAPAN
Penerbitan ED PPSAK 10: Pencabutan PSAK 51 tentang Akuntansi Kuasi-Reorganisasi bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PPSAK 10 tersebut.
Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal-hal yang diharapkan masukannya:
1. Alasan pencabutan
Pencabutan PSAK 51: Akuntansi Kuasi-Reorganisasi dilandasi pertimbangan adanya ketidaksesuaian prinsip pengaturan dalam PSAK 51 dengan PSAK lain.
- Aspek akuntansi. Konsep yang digunakan untuk kuasi-reorganisasi dalam PSAK 51 adalah fresh start accounting. Entitas yang memiliki saldo laba negatif atau defisit tetapi memiliki prospek baik di masa depan dapat melakukan kuasi-reorganisasi. Hal ini hanya dapat dilakukan ketika entitas memiliki keyakinan yang cukup bahwa setelah kuasi-reorganisasi entitas akan bisa mempertahankan kelangsungan usahanya (going concern) dan berkembang dengan baik. Pencatatan dampak kuasi-reorganisasi tersebut dalam laporan keuangan tanpa didasari terjadinya transaksi atau peristiwa akuntansi, atau kuasi-reorganisasi berdasarkan peristiwa buatan.
- Aspek hukum. Dari perspektif hukum, dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, perseroan terbatas tidak diperkenankan membagi dividen jika cadangan atau saldo laba untuk menutup kerugian di masa mendatang belum mencapai 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor. Kuasi-reorganisasi bisa menjadi salah satu cara untuk perseroan terbatas yang menghasilkan laba, tetapi tidak dapat menutup saldo laba negatif, untuk membagi dividen.
- Aspek ekonomi makro. Ketika terjadi krisis keuangan dan krisis ekonomi pada tahun akhir 1990-an banyak perusahaan Indonesia yang mengalami kerugian sangat besar sehingga mengakibatkan ekuitasnya menjadi negatif. Salah satu cara yang tidak memerlukan biaya besar untuk memulihkan kondisi tersebut dengan melakukan kuasi-reorganisasi. Hal vi Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Pencabutan PSAK51: Akuntansi Kuasi Reorganisasi EDPPSAKNo. 10
ini disebabkan SAK saat itu belum menggunakan fair value accounting, tetapi menggunakan historical cost accounting, khususnya untuk aset tidak lancar seperti aset tetap dan properti investasi. Saat ini akuntansi untuk aset tetap dan properti investasi (lihat PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 13: Properti Investasi) memberikan pilihan untuk menggunakan fair value accounting, serta akan dilengkapi dengan akuntansi untuk ekonomi hiperinflasi.

Penyusunan Standar Akuntansi

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

Penyusunan Standar akuntansi di USA

Penyusunan standar akuntansi (GAAP) ini adalah wewenang dari Financial Accounting Foundation (FAF) yang mempunyai dua buah dewan sebagai berikut:
1. Govermental Accounting Standard Board (GASB) yang didirikan tahun 1984
2. Financial Accounting Standard Board (FASB) yang didirikan tahun 1973
3. Penyusun Standar Akuntansi di USA

Adapun pihak yang ikut serta menyusun standar akuntansi di Amerika adalah :
1. Kantor Akuntan Bersar yang dikenal dengan “Big 8”

2. American Institue of Certified Public Accountants (AICPA) – Akuntan Publik

3. Financial Accounting Standard Board (FASB) – Lembaga Penyusun Standar
Akuntansi

4. Governmental Accounting Standard Board (GASB) – Lembaga Penyusun
Standar Akuntansi Untuk Pemerintah

5. Securities and Exchange Commission (SEC ) – Badan Pengawasan Pasar
Modal
6. American Accounting Association (AAA) – Organisasi Akademisi

7. Financial Executives Instiute (FEI) – Para eksekutif Keuangan

8. The Institute of Management Accounting yang dahulu namanya National
Association of Accountant (NAA) – Organisasi Akuntan Management
9. Dan lain-lain

4. Penyusunan metode Standar Akuntansi di Amerika Serikat (AS)

Dalam Penyusunan standar akuntansi keuangan AS sangat berpegang pada kerangka teoritis konseptual yang ditetapkan oleh FASB sebagai berikut:
1. Tujuan pelaporan keuangan oleh Perusahaan yang bertujuan mencari laba
yang diterbitkan November 1978

2. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi yang diterbitkan Mei 1980
kemudian direvisi dengan Statement Nomor 6, Desember 1980

3. Tujuan pelaporan Keuangan Organisasi Nonprofit diterbitkan Desember 1980

4. Pengakuan dan Pengukuran Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis
diterbitkan Desember 1984

5. Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang diterbitkan pada Desember 1985

FASB mempunyai tujuh anggota Full time yaitu, 3 orang berasal dari Praktisi akuntansi professional (CPA), 2 Orang dari Industri dan masing-masing satu dari akademi dan pemerintah.

Fungsi FASB dijelaskan secara jelas dalam Mission Statementnya, yakni untuk membentuk dan mengembangkan standar-standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan pendidikan bagi publik, termasuk penerbit laporan keuangan, auditor, dan pemakai laporan keuangan.

Sampai tahun 1990, FASB telah mengeluarkan 106 SAFS. Topik-topik yang pentingnya meliputi:
No. SAFS Tahun
2 Akuntansi Biaya Litbang 1974

5 Akuntansi Kontijensi 1975

14 Akuntansi Bagi Segmen-segmen Perusahaan Bisnis 1976

52 Transaksi Valuta Asing 1981

89 Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga (Pengganti no.33) 1986

106 Akuntansi Pemberi Kerja Bagi Manfaat-Manfaat 1990

Pasca kerja Selain Pensiun

Organisasi yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan penyusunan berbagai standar akuntansi di AS adalah SEC

Pengukuran Akuntansi di Amerika Serikat
Konsep pengukuran akuntansi yang dianut oleh kebanyakan perusahaan-perusahaan di Amerika adalah menggunakan pengukuran biaya historis. Pengukuran berbasis akrual dan aturan pengakuan transaksi sangat tergantung pada konsep pencocokan (matching concept).Salah satu yang unik bagi USA adalah jika metode LIFO digunakan bagi tujuan pajak federal, juga harus digunakan tujuan laporan keuangan. Jika “cadangan” LIFO material, harus diberi catatan atas laporan keuangan. Upward valuation dari asset-aset jangka panjang tidak boleh diestimasi untuk kegunaan ekonomis dengan menentukan lamanya periode depresiasi dan amortisasi.
Ekuitas pemilik berdasarkan kontribusi modal dan laba ditahan yaitu semua laba/rugi sejak perusahaan didirikan, dikurangi distribusi dividen atau penarikan oleh pemilik dan prior period adjustment. Distribusi saham kepemilikan diukur pada nilai pasar saham pada saat distribusi yang merupakan aturan mengikat bagi perusahaan.
Mengenai efek perubahan harga, APB merekomendasikan penyajian sesuai tingkat harga umum (tahun 1969), SEC mewajibkan perusahaan-perusahaan melampirkan data current-cost tertentu sebagai pelengkap( tahun 1976 ), kemudian FASB mengeluarkan SFAS No.33 yang isinya Mewajibkan sekitar 1000 perusahaan bersar USA melaporkan efek perubahan harga, yang kemudian peraturan ini dibekukan dikarenkan Menyebabkan pengukuran efek peubahan tingkat harga tidak lagi dilaporkan ke public sejak tahun 1985.
Krisis industry simpan-pinjam selama decade 1980-an terdapat berbagai usulan terutama SEC yang mendesak pemakaian pengukuran mark to market bagi asset yang disimpan dalam portofolio bank, karena selama masa resesi atau depresi akan mengurangi nilai asset jangka panjang tertentu.

Perkembangan Pihak yang Menyusun Standar Akuntansi
Dalam proses perumusan standar akuntansi, Belkaoui (1985) memberikan tiga fase berikut:

1. Fase Peranan Manajemen (1900-1933)

Dalam fase ini manajemen dianggap memiliki peranan yang besar dalam merumuskan standar akuntansi. Peranan ini muncul sebagai akibat dari bertambahnya investor (pemilik perusahaan) dan perananya yang besar dalam perkembangan perusahaan setelah tahun 1900. Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen menimbulkan kekuasaan besar di tangan manajemen dalam mengontrol perusahaan sekaligus menyajikan laporan keuangan sehingga standar akuntansi yang muncul berasal dari manajemen.Jika situasi manajemen mempengaruhi penyusunan standar akuntansi terjadi keadaan sebagai berikut (Belkaoui 1985):

a. Banyak teknik/standar akutansi lemah dari dari segi teoritis, metode
pemecahan masalah akuntansi adalah pragmatis bukan didasarkan pada
teori.
b. Fokus perhatian manajemen adalah hanya keinginan untuk menentukan Laba
Kena Pajak dan upaya mengurangi beban pajak.
c. Teori akuntansi yang dianut selalu dilatarbelakangi oleh konsep Smooth
Earnings (Penetapan laba yang disesuaikan dengan keinginan kepentingan
penyusun Laporan keuangan).

d. Masalah-masalah yang rumit selalu dihindarkan dan muncullah pemecahan
masalah yang dimudahkan (Expediency)

e. Beberapa perusahaan yang berbeda menerapkan tenik yang berlainan untuk
satu masalah yang sama.

2. Fase Peranan Profesi (1933-1973)

Pada fase ini perumusan standar akuntansi didominasi oelh profesi. Pada periode organisasi tumbuh dan berkembang dengan pesat. Pada fase ini pulalah keluar Securities Acts, yaitu peraturan tentang modal pada tahun 1933 dan 1934 yang merupakan bentuk campur tangan pemerintah dalam akuntansi. AICPA pada tahun 1938-1959 menerbitkan Accounting Research Bulletins dan 1959-1973 diterbitkan APB Opinions, demikian juga AAA sebagai organisasi melakukan penilitian dan penerbitan tentang kerangka teori akuntansi. Pada periode ini organisasi profesi memiliki peranan yang dominan dan perumusan standar akuntansi.

Dominasi profesi ini juga memberikan dampak sebagai berikut.
a. Asosiasi dan organisasi-organisasi profesi belum yakin terhadap kerangka
teori akuntansi yang sudah ada.

b. Kekuatan atau otoritasnya tidak jelas.

c. Adanya beberapa alternative menimbulkan timbulnya Flexitabilitas dalam
menerapkan standar akuntansi

3. Fase Politisi (1973-Sekarang)

Kelemahan yang terdapat pada fase peranan manajemen dan fase profesi menimbulkan kecenderungan pada metode yang lebih condong deduktif dan politisasi ( keikutsertaan pemerintah ) dalam penyusunan standar akuntansi. Pada fase ini lahir lah FASB yang merupakan unsur dari peleburan Praktisi, Bisnis, Akademi, dan lembaga Formal.

Di USA sendiri masalah akuntansi sudah pernah menjadi agenda kongres yang dikenal dengan Metcalf Report yang berjudul The Accounting Establishment. Laporan ini menuduh kantor akuntan yang tergabung dalam “Big 8” melakukan monopoli terhadap audit perusahaan-perusahaan besar dan proses penyusunan standar akuntansi.

Penyusun Standar Akuntansi di Indonesia
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang juga merupakan badan yang menyusun standar akuntansi keuangan di Indonesia. Pengembangan standar akuntansi keuangan sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini pengembangan standar akuntansi ini dilakukan secara terus menerus, pada tahun 1973 terbentuk Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur GAAP dan GAAS. Kemudian tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (Komite PAI) yang bertugas menyusun standar keuangan. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang diperbaharui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 Nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK), kemudian pada kongres VIII, tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk masa bakti 1998-2000 dan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK.

Sejak IAI berdiri telah dihasilkan tiga standar akuntansi keuangan sebagai berikut:
1. Pada tahun 1973 untuk pertama kali IAI menerbitkan suatu buku Prinsip
Akuntansi Indonesia (PAI) yang sebagian besar merupakan terjemahan buku
Paul Grady, Penerbitan ini dipicu oleh diaktifkannya pasar modal di Indonesia
pada tahun 1973.

2. Pada tahun 1984 buku Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang menggantikan
PAI 1973 diterbitkan. Komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap
PAI 1973.

3 Pada Tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total PAI 1984 dan
sejak itu mengeluarkan serial standar keuangan yang diberi nama Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan sejak 1 Oktober 1994.
Pengembangan Standar Akuntansi ketiga ini ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan dunia usaha dan profesi akuntansi dalam rangka mengikuti
dan mengantisipasi perkembangan internasional. Banyak standar yang
dikeluarkan itu sesuai atau sama dengan standar akuntansi internasional
yang dikeluarkan oleh IASC. PSAK ini tentu akan terus bertambah dan
revisi sesuai kebutuhan perkembangan bisnis dan profesi akuntansi.

Penyusunan Metode Standar Akuntansi di Inggris

Hanya ada dua standar akuntansi di UK, yaitu company act dan standar profesi akuntansi. Lima prinsip akuntansi dasar yang tercantum langsung dalam perundang-undangan adalah sebagai berikut:

1.Matching concept dan beban berdasarkan accrual basis.
2. Penilaian akun aktiva dan kewajiban individual secara terpisah dalam masing-
masing asset dan kewajiban.

3. Penerapan prinsip-prinsip konservatifme, terutama dalam pengakuan realisasi
laba dan semua kewajiban dan kerugian yang diketahui.
4. Kewajiban penerapan kebijakan-kebijakan akuntansi secara konsisten dari
tahun ke tahun.

5. Anggapan bahwa prinsip kelangsungan usaha dapat diterapkan pada entitas
yang bersangkutan.

Beberapa perbedaan standar akuntansi yang umum di AS dan UK adalah:
A. Di UK memunglinkan untuk menilai semua asset berdasarkan biaya historis,

current cost maupun campuran dari kedua system tersebut.
B. Revaluasi tanah dan bangunan berdasarkan harga pasar juga diperbolehkan.
C. Beban depresiasi dan amortisasi harus sesuai dengan basis pengukuran yang
digunakan untukaset yang bersangkutan.

D. Pengukuran persediaan, metode the lower of cost or net realizable value
digunakan secara luas.

E. Penilaian LIFO tidak diperbolehkan oleh SSAP No. 9 atau untuk tujuan pajak.

F. Merger dan oposisi diperlakukan secara unik.

G. Metode polling of interest jarang dipergunakan.

H.Goodwill hasil pembelian biasanya langsung dihapus.

5 Januari 2011

Jurnal PI

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

ABSTRAKSI

PI Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2010.

Fathir Ashfath (20207450)

PENGARUH  EPS, PER, DAN PEG RASIO PADA PERUBAHAN HARGA  SAHAM PT. ANTAM  TBK  DI BURSA EFEK INDONESIA .

Kata Kunci : EPS, P/E, PEG,Analisis Metode CANSLIM, ANTAM.

(xi + 41 halaman)

Analisis metode CANSLIM merupakan upaya-upaya untuk memperkirakan pergerakan perubahan harga saham berdasarkan data-data historis keuangan dengan menggunakan EPS, P/E, dan PEG rasio yang ada sebagai indikator. Dalam investasi saham, investor harus melakukan pengambilan keputusan yang tepat untuk menentukan saham pilihan, waktu beli (buy), waktu jual (sell) dan waktu tahan (hold). Objek penelitian adalah PT ANTAM.Tbk dan data yang digunakan adalah laporan keuangan dari tahun 2006 sampai tahun 2009 serta data pergerakan harga saham harian pada periode 01 Desember 2009 sampai 01 April 2010 yang diperoleh dari situs http://www.e-bursa.com dan http://www.yahoofinance.com. Untuk melakukan pengambilan keputusan investasi saham digunakan alat analisis berupa metode CANSLIM dan menggunakan grafik sebagai alat bantu analisa. Dari hasil pembahasan dan analisa grafik didapat hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan EPS sebesar 536,726 yang mempengaruhi perubahan harga saham perusahaan dan nilai P/ E dan PEG rasio perusahaan tersebut yang relatif kecil sebesar 4,424 dan 0,00824 menghasilkan harga saham yang murah dari harga saham beberapa bulan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dalam menentukan keputusan investasi di pasar modal terutama pada saham PT. ANTAM. Tbk, penggunaan metode CANSLIM khususnya pemakaian indikator EPS, P/E, dan PEG rasio memang tepat dan dapat dijadikan salah satu pedoman dalam melakukan investasi tersebut.

Daftar Pustaka (2001-2006)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Investasi dapat dilakukan di riil asset seperti tanah, rumah, emas, membuka toko, warung, membeli lukisan dan riil asset lainnya. Investasi juga dapat dilakukan di financial asset seperti valas, obligasi, saham, SBI, dan financial asset lainnya (di capital market maupun di money market).

Investasi di pasar modal merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh orang yang ingin melakukan investasi di financial assets.Penilaian harga sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal perlu dianalisis baik secara fundamental maupun teknikal.Para akademisi lebih cenderung menggunakan analaisis fundamental yang menggunakan ratio-ratio keuangan, prestasi earnings, dan dividen daripada menggunakan analisis teknikal atau sering disebut sebagai tape watcher/chartist yang menitikberatkan pada grafik-grafik yang lebih disukai oleh para praktisi. Dasar pemikirannya adalah pada asumsi yang digunakan.

Akademisi lebih mempercayai bahwa harga yang terjadi di pasar saham bersifat Identically Independent Distributed (IID) atau terdistribusi secara identik dan independen, tidak ada hubungan kausalitas antara harga historis, harga sekarang, maupun harga dimasa akan datang. Harga yang terjadi benar-benar saling asing karena dasar pemikirannya pada teori random walk. Teori ini menyatakan bahwa harga yang terjadi bersifat random dan tidak berpola serta tidak dapat dipengaruhi dan tidak dapat diprediksikan. Dalam jangka panjang untuk menilai harga saham diperlukan prediksi berdasarkan atas harga teoritis atau nilai intrinsiknya. Future earning merupakan pedoman yang penting yang tercermin pada ekspektasi dividen. independen, tidak ada hubungan kausalitas antara harga historis, harga sekarang, maupun harga dimasa akan datang.

Kebalikannya, para praktisi lebih mempercayai pada analisis teknikal yang tidak terlalu risau dengan pertimbangan future earning dan dividen. Dasar pemikirannya adalah tidak seorangpun yang tahu secara pasti apa yang akan mempengaruhi prospek earning maupun pembayaran dividen (Malkiel, 1990: 31). Yang terpenting adalah bagaimana memprediksikan rata-rata opini yang akan terjadi dan  belajar dari  hal-hal  dimasa  lalu agar tidak mengalami hal yang sama dimasa depan. Artinya, kecenderungan atau trend harga merupakan faktor penting dari analisis teknikal.Selain trend rata-rata pergerakan (moving average) juga dipergunakan untuk menaksirkan rata-rata opini yang tercermin pada gerakan harga.

Kita melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan yang dapat diartikan secara tidak langsung meningkatkan kekayaan yang kita miliki,baik pada masa yang akan datang.Kita mengasumsikan bahwa investor berinvestasi pada keuntungan yang didapat dari investasi.

 

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam melakukan investasi :

 

  • Financial Asset yang tersedia untuk investor.
  • Keputusan pengalokasian asset.
  • Perbandingan return dengan expected return.

 

Agar investasi kita mendapatkan laba yang maksimal dengan resiko yang kecil lebih baik berinvestasi pada saham – saham unggulan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memliki pendapatan yang stabil, dan konsisten dalam membayar dividen.

Untuk memilih saham – saham unggulan tersebut apakah layak atau tidak untuk dijadikan pilihan investasi. Maka kita dapat menggunakan metode CAN SLIM yang dimana setiap huruf CAN SLIM mewakili 7 karakter penting dari saham unggulan pada tahapan perkembangan mereka, tepat sebelum saham itu membuat profit besar bagi para pemegang sahamnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut maka penulis melakukan penelitian dan penulisan ilmiah pada PT. ANTM – ANEKA TAMBANG TBK yang dimana saham perusahaan tersebut termasuk dalam daftar saham – saham unggulan, maka dibuat penelitian yang berjudul “PENGARUH  EPS, PER, DAN PEG RASIO PADA PERUBAHAN HARGA SAHAM PT. ANTM – ANEKA TAMBANG TBK  DI BURSA EFEK INDONESIA “.

1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

1.2.1 Rumusan masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini, difokuskan pada :

a. Instrument indikator fundamental apa yang ideal untuk dikombinasikan guna memaksimalkan gain profit / return of investment dalam berinvestasi bagi investor pemula ?

b. Bagaimana langkah-langkah analisis yang baik dalam memilih pembelian saham yang tepat ditengah trend yang terjadi ?

c. Bagaimana caranya menentukan saham – saham unggulan  yang dapat digunakan bagi  para investor ?

1.2.2 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis membahas tentang cara menentukan pergerakan harga saham PT. ANTM – ANEKA TAMBANG TBK. Jangka waktu data yang diuji dimulai dari tanggal 07 Februari 2010 sampai dengan 07 Mei 2010. Data tersebut  diolah dengan menggunakan metode CAN SLIM.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian ini adalah

a) Menentukan Instrument indikator fundamental apa yang ideal untuk dikombinasikan guna memaksimalkan gain profit / return of investment dan dalam bertransaksi bagi investor pemula.

b) Mengetahui langkah-langkah analisis yang baik dalam menentukan beli / jual saham yang tepat di tengah trend yang sedang terjadi.

c) Untuk membuat peluang investasi agar mendapatkan return saham yang optimal dengan resiko yang kecil.

 

1.4 Manfaat Penelitian

Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi banyak pihak, terutama:

1. Penulis

Penulisan ini dapat membantu penulis untuk memahami dan mengetahui saham – saham yang baik untuk di investasikan , serta sejauh mana penulis dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh dalam kondisi nyata.untuk mengambil keputusan yang tepat dan efektif.

2. Investor

Penulisan ini diharapkan dapat membantu investor dan calon investor untuk lebih memahami dalam berinvestasi di pasar modal agar lebih memperhatikan serta memanfaatkan peristiwa pengumuman deviden dalam membeli dan menjual saham agar terhindar dari kerugian atau mendapatkan  keuntungan sesuai yang diharapkan.

3. Umum

Penulisan ini diharapkan dapat membantu masyarakat umum untuk mengenal dan memahami analisis dengan metode CANSLIM, khususnya bagi masyarakat umum yang belum mengetahui metode Canslim.

4. Kampus

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar acuan penelitian bagi mahasiswa-mahasiswa , maupun pengamat untuk dijadikan kajian sejenis dalam mengembangkan hipotesisnya mengenai kasus yang serupa.

1.5 Metode Penelitian

Untuk mendukung penelitian ini dibutuhkan data dan metode yang sesuai. Oleh karena itu, metode dan data yang diperlukan dibatasi sebagai berikut :

15.1 Objek Penelitian

Untuk memperoleh sejumlah informasi yang dibutuhkan maka penulis  mengumpulkan data PT. ANTM – Aneka Tambang TBK yang terdaftar di Bursa Efek  Indonesia .

1.5.2 Data Variabel

Variabel-variabel yang digunakan untuk memenuhi analisis dalam penelitian ini adalah :

a. Date             : tanggal transaksi.

b. Open                        : harga pembukaan saham pada sesi/waktu pembukaan.

c. High             : harga tertinggi saham pada sesi/waktu hari tertentu.

d. Low              : harga terendah saham pada sesi/waktu hari tertentu.

e. Close            : harga penutupan saham pada sesi/waktu penutupan.

f. Volume        : banyaknya transaksi jual-beli saham pada sesi/waktu

tertentu.

1.6 Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam menghimpun data dalam penelitian ini adalah :

1.6.1 Library research

Informasi-informasi di dapat melalui buku, internet, dan jurnal publikasi ilmiah, baik data yang diperlukan dan mengenai kajian sejenis yang digunakan dalam mengembangkan metode dan analisis dalam penelitian ini.

1.6.2 Observasi

Dalam hal ini penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan data pergerakan harga saham PT. ANTM – Aneka Tambang Tbk yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tiga bulan yang diperoleh dengan cara mendownload dari internet melalui situs http://www.yahoofinance.com

1.7 Alat Analisis yang Digunakan

Alat analisis yang tepat dalam mengolah data dalam penelitian ini adalah Metode CANSLIM.

Metode CANSLIM merupakan suatu cara untuk menentukan keputusan bertransaksi (jual atau beli saham), yang berdasarkan dari analisis ekstensif terhadap saham-saham unggulan yang berpredikat baik dan menghasikan gain setiap tahun. Dalam metode Can Slim mempunyai arti dan rumusan setiap huruf-hurufnya yang mewakili 7 karakter. Ini adalah deskripsi pengertian dari huruf-huruf CAN SLIM:

C : Current Quarterly Earning per Share (EPS)

A : Annual Earnings Increases

N : New Product, New Management, New Highs

S : Supply and Demand

L : Leader or Laggard

I : Institutional Sponsorship

M : Market Direction

 

METODOLOGI

OBJEK PENELITIAN

 

Penelitian ini mengambil data dari PT.ANTM-ANEKA TAMBANG (Tbk) yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), periode penelitian yaitu pergerakan harga saham PT. ANTAM dari tanggal 01 Desember 2009 sampai 01 April 2010 dan laporan keuangan dari tahun 2006 sampai 2009.

 

ALAT ANALISIS

 

1. Metode CAN SLIM

C    : Current Quarterly Earning per Share (EPS)

A         : Annual Earnings Increases

N         : New Product, New Management, New Highs

S          : Supply and Demand

L          : Leader or Laggard

I           : Institutional Sponsorship

M         : Market Direction

 

2. Rasio – rasio  Keuangan

a. EPS =                          Laba Bersih setelah Pajak – Dividen Saham Preferen

 

Total Saham yang Diterbitkan

 

b. P / E =                             Harga Pasar per Lembar Saham Biasa

Earning per Share

c. PEG Ratio =                                         P/E ratio

 

Pertumbuhan tahunan EPS

 

3. Perangkat Lunak Pengolah data ( Metastock dan Microsoft Excel)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a.Grafik harga di Metastock

 

 

 

PEMBAHASAN

 

HASIL PENGOLAHAN DATA dan PEMBAHASAN

Penelitian menggunakan laporan keuangan tahun 2006 sampai tahun 2009 dan pergerakan harga saham PT. ANTAM dari tanggal 01 Desember 2009 sampai tanggal 01 April 2010.

Tabel 4.4 laporan keuangan per tahun

 

(Dalam jutaan rupiah)

TAHUN

2006

2007

2008

2009

SAHAM BEREDAR

1.907.691.950

1.907.691.950

9.538.459.750

9.435.430.000

TOTAL ASSETS

6.402.714

7.290.905

12.043.690

10.245.040

TOTAL LIABILITIES

3.375.068

3.009.300

3.292.364

2.130.970

NET SALES

3.251.235

6.629.401

12.008.202

9.591.891

NET INCOME

841.935

1.552.777

5.118.987

5.064.241

EPS

441.34

813.95

536.67

536,726

 

NILAI EPS, P/E , PEG RASIO SAHAM PT. ANTAM TAHUN 2009

 

EPS 2009 =                                   Total Net Income

Total Saham yang Diterbitkan

=                     ( 575.384 + 1.485.331+ 1.534.391+ 1.469.135)

9.435.430.000

=                                5.064.241.000.000

9.435.430.000

=               536,726

 

 

P/E ratio 2009            =                     Harga Pasar per Lembar Saham Biasa

Earning per Share 2009

=                                                               2375

536,726

=          4,424

 

PEG Ratio 2009        =                                     P/E ratio 2009

Earning per Share 2009

=                                                 4,424

536,726

=       0,00824

HASIL ANALISA GRAFIK SAHAM ANTAM

Gambar  4. 4 indikator pergerakan harga saham ANTM

 

 

 

 

HASIL PENELITIAN

Dari hasil analisa diatas didapatkan keputusan dan rekomendasi :

1. Peningkatan EPS PT. ANTAM. Tbk sebesar 536,726 mempengaruhi perubahan harga saham perusahaan tersebut dimana pada tanggal 08 Februari 2010 sebesar Rp. 1970 mengalami peningkatan harga saham sampai 01 April 2010 sebesar Rp. 2.425.

2. Nilai P/ E dan PEG rasio perusahaan tersebut yang relatif kecil sebesar 4,424 dan 0,00824 menghasilkan harga saham yang murah dari harga saham beberapa bulan sebelumnya di harga Rp. 1970 dan layak untuk di beli.

3. Bagi para investor sebaiknya melakukan pembelian saham pada tanggal 08 Februari 2010 di harga Rp. 1970 dan melakukan penjualan pada tanggal 01 april 2010 di harga Rp. 2.425

4. Presentase keuntungan yang didapatkan jika Investor membeli di harga Rp. 1970 kemudian menjualnya di harga Rp. 2.425 adalah 22,5 % ( Harga Jual – Harga Beli/Harga Beli).


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.Default, li.Default, div.Default {mso-style-name:Default; mso-style-unhide:no; mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:none; mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; color:black;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:595.45pt 841.7pt; margin:48.2pt 36.85pt 48.2pt 36.85pt; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:68314093; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1064243794 2019970580 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:.75in; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:2005427550; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:367581020 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:1.25in; mso-level-number-position:left; margin-left:1.25in; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

KESIMPULAN

· Penerapan analisis Metode CAN SLIM terhadap data laporan keuangan dan pergerakan harga saham PT. ANTM – ANEKA TAMBANG, Tbk dapat menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan investasi yang cukup akurat, dari metode tersebut para investor dapat menentukan investasinya dalam Pasar Modal di Indonesia. Serta peluang investasi dapat diprediksikan mendapatkan return saham yang optimal karena  hasil dari penelitian PEG ratio dan P/E diperoleh sebesar 0,0082 dan 4,424 yang artinya bahwa semakin rendah PEG dan P/E rasio suatu perusahaan maka harga sahamnya adalah dibawah harga semestinya ( undervalued) dan perusahaan memliki rasio pertumbuhan EPS yang tinggi sebesar 536,72

· Terjadi adanya pengaruh perubahahan harga saham ANTM ketika EPS, P/E, dan PEG ratio terjadi peningkatan atau penurunan dari nilai sebelumnya. Peningkatan EPS PT. ANTAM. Tbk sebesar 536,726 mempengaruhi perubahan harga saham perusahaan tersebut dimana pada tanggal 08 Februari 2010 sebesar Rp. 1970 mengalami peningkatan harga saham sampai 01 April 2010 sebesar Rp. 2.425. Nilai P/ E dan PEG rasio perusahaan tersebut yang relatif kecil sebesar 4,424 dan 0,00824 menghasilkan harga saham yang murah dari harga saham beberapa bulan sebelumnya di harga Rp. 1970 dan layak untuk di beli. Bagi para investor sebaiknya melakukan pembelian saham pada tanggal 08 Februari 2010 di harga Rp. 1970 dan melakukan penjualan pada tanggal 01 april 2010 di harga Rp. 2.425  Presentase keuntungan yang didapatkan jika Investor membeli di harga Rp. 1970 kemudian menjualnya di harga Rp. 2.425 adalah 22,5 % ( Harga Jual – Harga Beli/Harga Beli)

SARAN

 

SARAN :

a. Penggunaan analisis fundamental dengan metode CAN SLIM sangat bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan waktu yang tepat dalam berinvestasi di pasar modal, namun kejelian dan kehati-hatian merupakan faktor terpenting untuk menghindari capital loss.

b. Dalam penggunaan analisis fundamental disarankan untuk memakai lebih dari satu indikator untuk mencari kecocokan data agar keputusan investasi benar-benar mempunyai dasar yang kuat.

c. Untuk memperkecil tingkat kesalahan penggunaan analisis fundamental dalam pengambilan keputusan sebaiknya melakukan kombinasi dengan mengamati faktor fundamental keuangan dari perusahaan penerbit saham (emiten) dan memperhatikan faktor makro ekonomi.

d. Untuk para investor diharapkan dapat melihat peluang penggunaan analisis fundamenatal dalam melakukan investasi di pasar modal.

 

 

 

q Pasar Modal sebagai salah satu pilihan Investasi

q High Risk High Return

q Perkembangan analisis fundamental dan teknikal dalam dunia investasi

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan ilmiah dengan judul PENGARUH  EPS, PER, DAN PEG RASIO PADA PERUBAHAN HARGA SAHAM PT. ANTAM TBK  DI BURSA EFEK INDONESIA “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kecurangan Auditor Dalam Mengaudit

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

1. Fraud (kecurangan) mempunyai pengertian atau definisi yang luas dan
bermacam-macam, namun pada prinsipnya adalah sama yaitu suatu tindakan
atau perbuatan yang dengan maksud disengaja dan menggunakan sumber daya
organisasi/perusahaan secara tidak wajar untuk memperoleh keuntungan pribadi
sehingga merugikan pihak organisasi/perusahaan yang bersangkutan ataupun
pihak lain.
2. Unsur-unsur Fraud antara lain terdapatnya salah pernyataan (misrepresentation);
dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present); fakta bersifat material
(material fact); dilakukan secara sengaja (make-knowingly or recklessly); dan
merugikan (detriment). Selain itu, Fraud diklasifikasikan dalam 3 (tiga) tipologi
yaitu penyimpangan atas asset (asset misappropriation); pernyataan palsu atau
salah pernyataan (fraudulent statement); dan Korupsi (Corruption).
3. Gejala Fraud terbagi atas gejala pada manajemen dan gejala pada
karyawan/pegawai. Pelaku kecurangan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok,
yaitu manajemen dan karyawan/pegawai. Pihak manajemen melakukan
kecurangan biasanya untuk kepentingan perusahaan, yaitu salah saji yang timbul
karena kecurangan pelaporan keuangan (misstatements arising from fraudulent
financial reporting). Sedangkan Karyawan/Pegawai melakukan kecurangan
bertujuan untuk keuntungan individu, misalnya salah saji yang berupa
penyalahgunaan aktiva (misstatements arising from misappropriation of assets).
4. Korupsi merupakan salah satu tipologi dari Fraud, sehingga tidaklah salah apabila
dikatakan bahwa Fraud mempunyai lingkup yang lebih luas daripada korupsi, dan
Fraud merupakan induk dari korupsi. Yang jelas adalah perbuatan Fraud tidak
perlu memenuhi unsur perbuatan melawan hukum sudah dapat dikatakan Fraud
bila memenuhi unsur-unsur fraud, sedangkan korupsi atau tindak pidana korupsi
harus memenuhi salah satu unsur yaitu merupakan perbuatan melawan hukum.
Referensi :
1. Black Law Dictionary, Second Edition;
2. Wikipedia (en.wikipedia.org);
3. Kamus Hukum (Edisi Lengkap);
4. UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana;
5. United Nation Convention Againts Corruption (UNCAC) – telah diratifikasi dengan UU No. 7 Tahun
2006;
6. Amrizal, SE, Ak. MM, CFE., “Membangun Kultur Dan Etika Internal Organisasi Yang Anti Kecurangan”,
BPKP, 2004;

Biografi The Big 4 Akuntansi Publik (Coopers & Lybrand)

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

Coopers & Lybrand

Seperti PW, Coopers & Lybrand juga didirikan dalam abad kesembilanbelas. Dalam tahun 1854 William Cooper mulai berpraktek di London, yang tujuh tahun kemudian berganti nama menjadi Cooper Brothers saat ketiga saudaranya bergabung. Di Amerika Serikat dalam tahun 1898 Robert H. Montgomery, William M. Lybrand, Adam A. Ross Jr. dan kakaknya T. Edward Ross mendirikan Lybrand, Ross Brothers and Montgomery. Coopers & Lybrand merupakan hasil penggabungan antara Cooper Brothers & Co; Lybrand, Ross Bros & Montgomery dan sebuah kantor dari Kanada McDonald, Currie and Co. dalam tahun 1957. Dalam tahun 1990 Coopers & Lybrand bergabung dengan Deloitte Haskins & Sells di Britania Raya, namun sebagian dari Deloitte bergabung dengan Touche Ross dan membentuk Deloitte Touche Tohmatsu.

Untuk menambah pembentukan kantor di berbagai ibukota utama dunia, seringkali PW atau Cooper menggabungkan diri dengan kantor akuntan lokal. Dengan cara ini terbentuklah kantor-kantor di tiap negara dan menggelembungkan jumlah kantornya agar bisa menawarkan jasanya dimanapun mereka berada. Pertumbuhan juga dirasakan dengan bertambahnya kebutuhan audit khususnya setelah Depresi Hebat dalam tahun 1920-an dan 1930-an dan juga dengan bertambah kompleksnya perpajakan.

Sebagai kelanjutan usahanya dalam memperoleh skala ekonomis, PW dan Arthur Andersen pernah membicarakan suatu penggabungan dalam tahun 1989, namun akhirnya negosiasi ini gagal terutama karena adanya konflik kepentingan contohnya keterkaitan bisnis Andersen dengan IBM padahal PW mengaudit IBM. Dalam tahun 1998 Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand bergabung dan membentuk PricewaterhouseCoopers. Tahun berikutnya, pembicaraan untuk menggabungkan PwC dengan Grant Thornton gagal. Oleh karena berkurangnya jumlah kantor-kantor besar, sepertinya otoritas pengatur kompetisi akan sulit meluluskan ijin penggabungan usaha.

Struktur dan jenis jasa

Bentuk hukum suatu persekutuan sangat berbeda dengan suatu perusahaan dan sebenarnya secara global kantor ini merupakan gabungan dari kantor-kantor anggota yang mempunyai otonomi sendiri dalam masing-masing jurisdiksi negaranya masing-masing. Rekan senior dari kantor-kantor anggota duduk dalam suatu jajaran direksi yang merupakan payung organisasi yang dinamakan PricewaterhouseCoopers International Limited, suatu perusahaan yang di Britania Raya yang melakukan koordinasi. Saat ini, secara global dipimpin oleh Samuel A. DiPiazza Jr, (52 tahun), seorang rekan ex-Coopers & Lybrand.

PricewaterhouseCoopers memberikan bidang jasa di banyak negara di antaranya:

  • Audit dan Atestasi,
  • Perpajakan, (perencanaan dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan)
  • Konsultansi, termasuk pemantapan kinerja, transaksi dan penggabungan usaha serta akuisisi, dan manajemen krisis dalam berbagai area spesialisasi seperti jasa konsultansi akuntansi dan aktuarial

Daftar klien

Sekitar 82% dari penghasilan tahunan PwC disumbang oleh Eropa dan Amerika Utara, Eropa sendiri mencatat sebesar 45%. Jasa yang paling dominan adalah Audit dan Atestasi, yang menyumbang lebih dari 50% pendapatan PwC.

Pada Maret 2005, klien audit PricewaterhouseCoopers termasuk empat dari sepuluh perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat (ExxonMobil, Ford Motor Company, ChevronTexaco dan IBM). PwC juga mengaudit empat dari sepuluh perusahaan terbesar di Britania Raya (GlaxoSmithKline, Royal Dutch Shell, Barclays dan Lloyds TSB).

Klien besar PwC lain di antaranya American International Group, Freddie Mac, Bank of America, JP Morgan Chase, Tesco, Unilever, dan Academy of Motion Picture Arts and Sciences, yang melakukan tabulasi pemungutan suara untuk Academy Awards.

 

Standar Profesional Akuntan Publik

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

Standar Profesional Akuntan Publik (disingkat SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi Akuntan Publik di Indonesia. SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI).

Tipe Standar Profesional

  1. Standar Auditing
  2. Standar Atestasi
  3. Standar Jasa Akuntansi dan Review
  4. Standar Jasa Konsultansi
  5. Standar Pengendalian Mutu

Kelima standar profesional di atas merupakan standar teknis yang bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik di Indonesia.

Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) adalah merupakan hasil pengembangan berkelanjutan standar profesional akuntan publik yang dimulai sejak tahun 1973. Pada tahap awal perkembangannya, standar ini disusun oleh suatu komite dalam organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang diberi nama Komite Norma Pemeriksaan Akuntan.

Standar yang dihasilkan oleh komite tersebut diberi nama Norma Pemeriksaan Akuntan. Sebagaimana tercermin dari nama yang diberikan, standar yang dikembangkan pada saat itu lebih berfokus ke jasa audit atas laporan keuangan historis.

Perubahan pesat yang terjadi di lingkungan bisnis di awal dekade tahun sembilan puluhan kemudian menuntut profesi akuntan publik untuk meningkatkan mutu jasa audit atas laporan keuangan historis, jasa atestasi, dan jasa akuntansi dan review.

Di samping itu, tuntutan kebutuhan untuk menjadikan organisasi profesi akuntan publik lebih mandiri dalam mengelola mutu jasa yang dihasilkan bagi masyarakat juga terus meningkat.

Respon profesi akuntan publik terhadap berbagai tuntutan tersebut diwujudkan dalam dua keputusan penting yang dibuat oleh IAI pada pertengahan tahun 1994 : (1) perubahan nama dari Komite Norma Pemeriksaan Akuntan ke Dewan Standar Profesional Akuntan Publik dan (2) perubahan nama standar yang dihasilkan dari Norma Pemeriksaan Akuntan ke Standar Profesional Akuntan Publik.

SPAP merupakan kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis dan aturan etika. Pernyataan standar teknis yang dikodifikasi dalam buku SPAP ini terdiri dari : 1. Pernyataan Standar Auditing 2. Pernyataan Standar Atestasi 3. Pernyataan Jasa Akuntansi dan Review 4. Pernyataan Jasa Konsultansi 5. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu

Sedangkan aturan etika yang dicantumkan dalam SPAP adalah Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang dinyatakan berlaku oleh Kompartemen Akuntan Publik sejak bulan Mei 2000.

Standar Auditing Standar auditing merupakan panduan audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri dari 10 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA).

Dengan demikian, PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum dalam standar auditing.

PSA berisi ketentuan-ketentuan dan panduan utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan perikatan audit.

Termasuk dalam PSA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditing (IPSA), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh Dewan dalam PSA. Standar Atestasi Standar atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup tingkat keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan historis, pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati).

Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Atestasi (PSAT).

PSAT merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang terdapat dalam standar atestasi. Termasuk dalam PSAT adalah Interpretasi Pernyataan Standar Atestasi (IPSAT), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh Dewan dalam PSAT.

Standar Jasa Akuntansi dan Review Standar jasa akuntansi dan review memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.

Standar jasa akuntansi dan review dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR). Termasuk di dalam Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review adalah Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (IPSAR), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh Dewan dalam PSAR.

Standar Jasa Konsultansi Standar jasa konsultansi memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultansi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Jasa konsultansi pada hakikatnya berbeda dari jasa atestasi akuntan publik terhadap asersi pihak ketiga. Dalam jasa atestasi, para praktisi menyajikan suatu kesimpulan mengenai keandalan suatu asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain, yaitu pembuat asersi (asserter).

Dalam jasa konsultansi, para praktisi menyajikan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi. Sifat dan lingkup pekerjaan jasa konsultansi ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan kliennya.

Umumnya, pekerjaan jasa konsultansi dilaksanakan untuk kepentingan klien. Standar Pengendalian Mutu Standar pengendalian mutu memberikan panduan bagi kantor akuntan publik di dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang diterbitkan oleh Kompartemen Akuntan Publik, Ikatan Akuntan Indonesia.

Dalam perikatan jasa profesional, kantor akuntan publik bertanggung jawab untuk mematuhi berbagai standar relevan yang telah diterbitkan oleh Dewan dan Kompartemen Akuntan Publik.

Dalam pemenuhan tanggung jawab tersebut, kantor akuntan publik wajib mempertimbangkan integritas stafnya dalam menentukan hubungan profesionalnya; bahwa kantor akuntan publik dan para stafnya akan independen terhadap kliennya sebagaimana diatur oleh Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik dan bahwa staf kantor akuntan publik kompeten, profesional, dan objektif serta akan menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama (due profesional care).

Oleh karena itu, kantor akuntan publik harus memiliki sistim pengendalian mutu untuk memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian perikatan profesionalnya dengan berbagai standar dan aturan relevan yang berlaku.

Standar Profesional Akuntan Publik

3 Januari 2011

Password Control

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

Password adalah kode rahasia dimasukkan oleh pengguna untuk mendapatkan akses ke sistem, aplikasi, file data, atau server jaringan. Jika pengguna tidak dapat menyediakan password yang benar, sistem operasi akan menolak akses. Landasan akses kontrol dan prosedur logon adalah penggunaan efektif sistem password kontrol. Kontrol akses adalah sesuatu yang Anda tahu (sandi), sesuatu yang harus Anda (misalnya, smartcard a), atau sesuatu yang Anda adalah (a biometrik). Tapi hanya memiliki password tidak selalu efektif. Pilihan isi password sebenarnya penting, seperti password dan pengelolaan proses yang digunakan dalam sistem kontrol akses. Sementara password dapat memberikan tingkat keamanan, ketika dikenakan pada pengguna nonsecurityminded, prosedur password dapat menghasilkan perilaku pengguna akhir yang benar-benar keamanan. Yang paling umum perilaku kontra-keamanan meliputi:

• Lupa password dan terkunci keluar dari sistem.

• Gagal untuk mengubah password secara sering

• Pos-pos-itu sindrom, dimana password yang ditulis dan ditampilkan untuk  dilihat orang lain.
• sederhana password yang mudah diantisipasi oleh komputer kriminal.

Risiko Pengembangan Sistem yang tidak benar dan Prosedur Pemeliharaan

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

Kita meneliti masalah kontrol seputar pengembangan dan pemeliharaan aplikasi komputer. Lingkungan mikro kurang baik fitur-fitur sistem operasi dan pembagian tugas yang diperlukan untuk menyediakan kontrol yang diperlukan. Manajemen sehingga harus mengimbangi eksposur tersebut melekat dengan lainnya, teknik kontrol yang lebih konvensional.  Sejauh mungkin, pengguna harus memperoleh perangkat lunak komersial dari vendor terkemuka untuk aplikasi akuntansi PC. Banyak dari ratusan paket di pasar adalah sistem akuntansi umum tujuan. Lain tujuan khusus sistem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan unik dari industri tertentu. Perangkat lunak komersial yang dibeli dari vendor terkemuka biasanya akan benar-benar teruji dan sangat handal.  Bahkan perusahaan kecil harus menggunakan prosedur seleksi perangkat lunak resmi yang meliputi langkah-langkah berikut:

1. Melakukan analisis formal masalah dan kebutuhan pengguna.

2. Meminta penawaran dari beberapa vendor.

3. Mengevaluasi produk yang bersaing dalam hal kemampuan mereka untuk memenuhi

kebutuhan yang teridentifikasi. (Pada titik ini, sering bijaksana untuk mencari bantuan seorang

konsultan profesional.)

4. Hubungi pengguna saat paket komersial calon untuk mendapatkan pendapat mereka tentang

produk.
5. Membuat pilihan. (Perusahaan harus diingat tingkat dukungan yang membutuhkan dan

pastikan bahwa vendor bersedia dan mampu memberikan dukungan itu.)

Halaman berikutnya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.