20 November 2010

TEKNIK PIDATO

Posted in Uncategorized at 2:52 oleh fathir32

  1. I. Persiapan Pidato
    1. i. Jenis-jenis pidato
      1. Impromptu (Dilakukan tanpa persiapan)

Keuntungannya :

1)      Lebih dapat mengungkapkan perasaan pembicara sebenarnya

2)      Gagasan dan pendapat datang secara spontan

3)      Memungkinkan pembicara terus berpikir

Kerugiannya :

1)      Dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah karena terbatasnya pengetahuan pembicara

2)      Penyampaian tidak lancar, terutama bagi yang masih hijau

3)      Gagasan yang disampaikan bisa jadi acak-acakan

4)      Mudah kena demam panggung

  1. Manuskrip (naskah)

Digunakan bila kesalahan kata sedikit saja dapat menimbulkan dampak buruk yang besar.

Keutungannya :

1)      Kata-katanya dapat dipilih sebaik-baiknya

2)      Pernyataan dapat dihemat

3)      Lebih fasih dalam berbicara

4)      Hal-hal yang menyimpang dapat dihindari

5)      Naskah dapat diterbitkan atau diperbanyak

Kerugiannya :

1)      Interaksi dengan pendengar menjadi kurang

2)      Pembicara terlihat kaku

3)      Tanggapan pendengar tak dapat mempengaruhi pesan

4)      Persiapannya lebih lama

Untuk mengurangi kerugian tersebut, dapat dilakukan :

(1)   Susun dulu garis besarnya dan siapkan bahan-bahannya

(2)   Tulis naskah seakan-akan Anda berbicara

(3)   Baca naskah berkali-kali sambil membayangkan pendengar

(4)   Hafalkan sekedarnya sehingga Anda dapat lebih sering melihat pendengar

(5)   Siapkan naskah dengan ketikan dan spasi besar serta batas pinggir yang luas

  1. Memoriter (hafalan)

Keuntungan dan kerugiannya hampir sama dengan pidato manuskrip, ditambah risiko yang lebih besar, LUPA.

  1. Ekstempore

Jenis pidato terbaik. Naskah pidato hanya berupa outline (garis besar) dan pokok-pokok penunjang, yang bersifat sebagai pedoman untuk mengatur gagasan yang ada dalam pikiran

Keuntungannya :

1)      Komunikasi dengan pendengar lebih baik

2)      Pesan dapat diubah sesuai kebutuhan

3)      Penyajiannya lebih spontan

Kerugiannya :

1)      Persiapan kurang baik bila dibuat terburu-buru

2)      Pemilihan bahasa yang jelek

3)      Kefasihan kurang

4)      Kemungkinan menyimpang dari outline

5)      Tak dapat diterbitkan

Kecuali yang terakhir, semua kekurangan tsb dapat diatasi dengan latihan.

 

  1. ii. Tema dan tujuan

 

  1. Tema

Kriteria tema yang baik :

1)      Tema harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan Anda (Anda lebih tahu daripada khalayak)

2)      Tema harus menarik minat Anda

3)      Tema harus menarik minat khalayak

4)      Tema harus sesuai dengan pengetahuan khalayak

5)      Tema harus jelas ruang lingkup dan batasannya. (Jangan terlalu luas)

6)      Tema harus sesuai dengan waktu dan situasi

7)      Tema harus ditunjang dengan bahan lain.

Kriteria judul yang baik :

1)      Relevan, sesuai dengan tema

2)      Provokatif, dapat menimbulkan rasa ingin tahu

3)      Singkat, mudah diingat

  1. Tujuan : informative (memberi tahu), persuatif (mempengaruhi) atau rekreatif (menghibur)
  2. iii. Pengembangan bahasan

Tema yang baik memerlukan keterangan penunjang yang baik, yang dipergunakan untuk memperjelas uraian, memperkuat pesan, menambah daya tarik dan mempermudah pengertian. :

(1)   Penjelasan

Keterangan yang sederhana dan tidak terinci, untuk mempersiapkan pendengar kepada keterangan penunjang lainnya. Penjelasan dapat dilakukan dengan definisi.

(2)   Contoh

Dapat membuat gagasan terasa lebih nyata dan mudah difahami. Dapat berupa cerita yang terinci (ilustrasi).

(3)   Analogi

Perbandingan antar dua hal atau lebih untuk menunjukkan kesamaan atau perbedaan.

Ada analogi harfiah dan ada analogi kiasan.

(4)   Testimoni

Yaitu pernyataan dalil atau orang ahli yang dikutip untuk menunjang pembicaraan.

(5)   Statistik

Sebaiknya digunakan angka-angka yang dibulatkan.

(6)   Perulangan

Menyebutkan gagasan yang sama dengan kata-kata yang berbeda.

  1. II. PENYUSUNAN PIDATO
    1. i. Prinsip-prinsip komposisi pidato :
      1. Kesatuan

Hilangnya suatu bagian akan membuat seluruh isi rusak. Komposisi yang baik merupakan kesatuan yang utuh dalam :

  1. Isi, harus ada gagasan tunggal yang mendominasi uraian
  2. Tujuan, harus memilih satu tujuan antara menerangkan, mempengaruhi dan menghibur
  3. Sifat pembicaraan (mood), harus menentukan pidato bersifat formal atau informal.

Hindari penambahan bahan pidato yang mubazir !

  1. Pertautan (koherensi)

Urutan bagian uraian yang berkaitan satu sama lain, agar perpindahan dari pokok bahasan yang satu ke pokok lainnya berjalan lancar. Untuk memelihara pertautan dapat digunakan:

  1. Ungkapan penyambung (karena itu, jadi, dengan kata lain dsb)
  2. Paralelisme, mensejajarkan struktur kalimat yang sejenis untuk setiap pokok bahasan. (Ciri-ciri pemimpin yang baik adalah …)
  3. Gema, yaitu kata atau gagasan dalam kalimat terdahulu yang diulang kembali. Dapat berupa sinonim, perulangan kata atau kata ganti
  4. Titik berat

Menunjukkan bagian-bagian penting dari pidato yang patut diperhatikan. Dinyatakan dengan hentian (pause), penaikan tekanan suara, perubahan nada, isyarat, dsb.

 

  1. ii. Penyusunan pesan

Pidato perlu terdengar lebih menarik, jelas gagasan pokoknya dan pembagian pesannya sehingga memudahkan pengertian.

  1. Organisasi pesan

Uraian pidato dapat mengikuti enam macam urutan :

  1. Deduktif (menyatakan gagasan utama kemudian memperjelasnya dengan keterangan-keterangan penunjang)
  2. Induktif (mengemukakan dulu perincian-perincian kemudian menarik kesimpulan)
  3. Kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa)
  4. Logis (dari sebab ke akibat atau sebaliknya)
  5. Spasial (berdasarkan tempat)
  6. Topikal (berdasarkan tema pidato: pengelompokannya dari penting ke kurang penting, mudah ke sukar, dari yang dikenal ke yang asing)

 

  1. Pengaturan pesan (harus sejalan dengan proses berpikir manusia) :

1)      Perhatian

Pembicara harus mampu menarik perhatian khalayak pendengarnya. Sangat dipengaruhi dari cara membuka pidato

2)      Kebutuhan

Agar pidato diterima, harus mampu membuat pendengar membutuhkan isi pidato kita.

Dapat dilakukan dengan :

  1. Pernyataan : mengenai pentingnya masalah atau informasi yang akan Anda sampaikan
  2. Ilustrasi atau contoh kasus untuk menggambarkan kebutuhan
  3. Ramifikasi : penambahan contoh dan teknik pengembangan untuk memperkuat kesan
  4. Penunjukan hubungan antara kebutuhan itu dengan pendengar

3)      Pemuasan

Harus berusaha agar khalayak menyetujui gagasan (pidato persuasive) atau memahami bahasan (pidato informatif) yang kita sampaikan

Dalam pidato persuasif kita menggunakan teknik pengembangan sbb :

  1. Pernyataan
  2. Penjelasan
  3. Demonstrasi teoritis
  4. Pengalaman praktis
  5. Penolakan keberatan

Dalam pidato informatif kita menggunakan teknik pengembangan sbb :

  1. Ikhtisar pendahuluan, (“daftar isi” pidato)
  2. Informasi terinci
  3. Ikhtisar akhir dan kesimpulan

4)      Visualisasi

Umumnya pada pidato persuasif, yaitu dengan memberikan gambaran mengenai apa yang akan terjadi bila gagasan kita dilaksanakan atau tidak

5)      Tindakan

Umumnya pada pidato persuasif yaitu dengan membentuk sikap atau tindakan yang nyata untuk menghadapi kemungkinan masa depan.

 

  1. Garis-garis besar pidato

Garis-garis besar pidato akan menentukan “perjalanan” pidato itu sendiri.

(1)   Macam-macam garis besar

  1. Garis besar lengkap (digunakan oleh pembicara yang bukan ahli dalam penyajian, memuat pikiran pokok yang ditulis dalam kalimat sempurna lengkap dengan bahan-bahan penunjang uraian)
  2. Garis besar singkat, hanya diperlukan sebagai pedoman atau pengingat, memuat inti-inti pembicaraan saja
  3. Garis besar alur teknik, memuat teknik-teknik pidato yang akan diterapkan, digunakan bersama garis besar lengkap.

 

  1. Pemilihan kata-kata

Pembentukan kesan pendengar terhadap pidato sangat tergantung dari pilihan kata yang digunakan pembicara. Syarat kata-kata :

 

 

1)      Jelas, gunakan :

-          istilah yang spesifik (tertentu)

-          kata-kata yang sederhana

-          perulangan gagasan yang sama dengan kata yang berbeda

2)      Tepat, sesuai dengan pribadi pembicara, jenis pesan, kondisi khalayak dan situasi komunikasi.

-          Hindari kata-kata klise

-          Gunakan bahasa pasaran/ pergaulan dengan hati-hati

-          Hati-hati dalam penggunaan kata-kata asing

-          Hindari kata-kata vulgar dan tidak sopan

-          Jangan menggunakan penjulukan yang buruk

-          Jangan menggunakan “pelembutan kata” yang berlebihan

3)      Menarik, menimbulkan kesan yang kuat, hidup dan merebut perhatian

-          Pilihlah kata-kata yang menyentuh langsung diri khalayah,

-          Gunakan kata yang dapat melukiskan sikap dan perasaan atau keadaan.

 

  1. Pembukaan pidato

Untuk membangkitkan perhatian, memperjelas latar belakang pembicaraan dan menciptakan kesan yang baik mengenai pembicara.

Cara membuka pidato :

  1. Langsung menyebutkan pokok persoalan
  2. Melukiskan latar belakang masalah
  3. Menghubungkan dengan peristiwa yang sedang menjadi pusat perhatian
  4. Menghubungkan dengan peristiwa yang sedang diperingati
  5. Menghubungkan dengan tempat pembicara berpidato
  6. Menghubungkan dengan suasana emosi khalayak
  7. Menghubungkan dengan kejadian sejarah dimasa lalu
  8. Menghubungkan dengan kepentingan utama pendengar
  9. Memuji khalayak atas prestasinya

10.  Memulai dengan pernyataan yang mengejutkan

11.  Mengajukan pertanyaan yang provokatif atau serentetan pertanyaan

12.  Menyatakan kutipan

13.  Menceritakan pengalaman pribadi

14.  Mengicahkan cerita factual atau situasi hipotesis

15.  Menyatakan teori atau prinsip yang kebenarannya tidak diragukan lagi

16.  Membuat humor

 

  1. Penutup Pidato

Tujuannya memfokuskan pikiran dan perasaan khalayak pada gagasan utama atau kesimpulan. Penutup pidato juga harus dipersiapkan sebelumnya dan sebaiknya dihafal.

Beberapa cara menutup pidato :

  1. Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan
  2. Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat yang berbeda
  3. Mendorong khalayak untuk bertindak (appeal for action)
  4. Mengakhiri dengan klimaks
  5. Mengatakan kutipan peribahasa, sajak
  6. Menceritakan contoh sebagai ilustrasi tema pembicaraan
  7. Menerangkan maksud pribadi pembicara yang sebenarnya
  8. Menghargai khalayak
  9. Membuat pernyataan yang humoris

 

 

  1. iii. Penyampaian Pidato

Penyampaian adalah unsure terpenting dan tersulit. Kecemasan berbicara menghilangkan keterampilan, kepercayaan diri dan kredibilitas seorang pembicara.

  1. Percaya diri dan kredibilitas

Sebab-sebab kecemasan berbicara :

1)      Tidak tahu apa yang harus dikatakan

2)      Tahu bahwa dirinya akan dinilai

3)      Berhadapan dengan situasi yang asing dan tidak siap

Pengendalian kecemasan berbicara :

1)      Metode jangka panjang

Tingkatkan pengetahuan retorika. Banyak berlatih menulis dan mempraktekkan pidato

2)      Metode jangka pendek

Gunakan teknik relaksasi dan pernafasan untuk mengendurkan otot-otot Anda.

Tanamkan keberanian, bersenyumlah kepada hadirin.

Pancing tanggapan hadirin pada permulaan pidato agar pembicara terlibat dalam interaksi dengan hadirin dan melupakan kecemasan serta menikmati pembicaraan.

Komponen kredibilitas :

Anda dapat memeriksa kredibilitas Anda dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

1)      Bagaimana pandangan khalayak terhadap diri Anda ? (kredibilitas awal)

2)      Mengapa Anda memilih tema itu ? (good character)

3)      Apakah Anda pantas berbicara tentang tema itu ? (otoritas)

4)      Bagaimana sikap Anda pada para hadirin ?

5)      Teknik-teknik apa yang Anda gunakan untuk meningkatkan kredibilitas Anda ?

6)      Apakah penyajian Anda adil dan objektif ?

7)      Apakah Anda menggunakan cara-cara menarik perhatian seperti gerak atau alat-alat Bantu?

Ingatlah bahwa Anda dinilai dari :

1)      Reputasi Anda

2)      Perkenalan tentang Anda

3)      Apa yang Anda ucapkan

4)      Cara Anda berkomunikasi

5)      Pernyataan yang menciptakan kesan baik tentang Anda

 

  1. Prinsip penyampaian pidato

1)      Kontak

Pelihara kontak visual dan kontak mental dengan khalayak.

2)      Olah vokal

Kita dapat menggunakan suara kita untuk memberikan makna tersendiri pada pidato kita

3)      Olah visual

Berbicaralah dengan seluruh kepribadian Anda, dengan wajah, tangan, dan tubuh Anda.

Ciri-ciri isyarat yang baik :

(1)   Bersifat spontan dan alamiah

(2)   Mengkoordinasikan seluruh gerak tubuh

(3)   Dilakukan pada waktu yang tepat

(4)   Dilakukan penuh, tidak sepotong-sepotong

(5)   Sesuai dengan gagasan yang disampaikan

(6)   Sesuai dengan besar dan jenis (budaya) khalayak

(7)   Bervariasi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: